Rabu, 14 April 2010

part 1

Art in my love


“Anak- anak , Hari ini pelajaran gambar ya.....!” Sorak – sorai anak – anak pun langsung meledak di ruangan itu.

“ Na... Kamu mau gambar apa? Boleh Ibu lihat?”

“Nggak! Nana nggak bisa gambar Bu...! Nana benci pelajaran gambar!” Anak itu pun pergi sambil menangis.

Braaaaakkk!

“ Aduh !” Seorang anak laki- laki jatuh tersungkur karena tertubruk anak perempuan tadi . Dia mengaduh sambil mengusap pantatnya yang sakit . Dia pun menatap gadis kecil di depannya dengan tatapan heran.

“ Hei... Kamu kenapa nangis ? Kamu terluka ? Bukannya aku yang tertabrak , Kok kamu yang nangis ?”

“ Ma...ma...maaf aku nggak sengaja ...! “ Sambil terus berdiri gadis kecil itu menatap anak laki – laki yang telah ia tabrak .

“ Nggak pa pa sih .... Cuman gimana kalo kamu bantuin aku merapikan peralatan gambarku . Itung – itung sebagai ucapan maaf.”

“ Ah iya . Baik” Gadis kecil itu pun langsung membantu anak tadi. Dan beberapa saat kemudian mereka pun selesai memunguti semua peralatan gambar anak laki –laki itu

“ Aku Andika Ryutamaga. Panggil saja Ryu. Kamu siapa?”

“ Tania Kanatamariana, Kamu bisa manggil aku Nana.”

“ Nama kamu lucu ya . O ya kamu nggak gambar ?”

“ Aku nggak bisa gambar makanya aku nggak suka gambar.”

“ Kenapa? Padahal gambar itu asyik low. Kita bisa gambar apa saja yang kita suka seperti gambar ini.” Kata anak laki – laki itu smabil menunjukan hasil gambarnya. Gadis itu pun melihat hasil gambar itu.

“ Emang sih nggak sebagus yang di TV tapi aku suka gambar itu . Rasanya kalo gambar sendiri lebih seneng.”

“ Gambar kamu bagus koq .” Kata gadis itu tulus sambil tersenyum .

“ Kalo aku besar nanti aku pengen jadi pembuat komik ato pembuat film anime. Pasti asyik.”

“ Kamu kok udah mikir sampai segitunya . Aku nggak pernah mikir kesitu . Kamu hebat ya udah tau apa yang kamu cita- citakan .”

“ Emang kamu nggak punya ? Kata Mamaku setiap orang di dunia ini pasti memiliki cita-cita yang ingin mereka capai suatu saat nanti.”

“ Bukannya nggak punya tapi aku belum tau pengen jadi apa.”

“ Anak- anak ..... Gambarnya udah ya... Waktunya kita pulang .”

“ Hore....!” Sahut anak-anak TK itu serentak . Merekapun keluar ruangan sambil bersalaman dengan guru mereka.

“ Mmm... Ryu kapan – kapan kamu mau nggak ngajarin aku gambar?”

“ Tentu.” Merekapun saling membalas senyum dengan ceria.

“ Kana ! Heh ...! Ngelamun aja , Kesambet baru tau rasa loe!” Seorang anak laki-laki remaja mengagetkan seorang gadis manis yang tengah melamun di taman sebuah sekolah elit di Jakarta.

“ Ah elo Ji, Ngagetin orang aja.”

“ Ngelamunin apan loe? Jangan... jangan ....” Sambil tersenyum jail lelaki itu menggoda gadis itu.

“ Apaan sih loe . Nggak usah yang aneh-anh deh “ Sambil merapikan buku gambarnya gadis itu meninggalkan Panji ,lelaki itu sendirian di taman .

“ Jiah .... Ngambek lagi deh tuh anak.”

“ Hei Ji .... Ngapain loe? Sendirian aja?”

“ Eh Rosa ... Kagak ngapa-ngapain kok . Loe baru dateng ?”

“ Yah kayak kagak tau gue aja loe . Kapan sih gue pernah on time?”

“ Huh dasar . Malu-maluin aja loe ! Anak cewek kok tiap hari mesti berdiri sambil megang kuping mulu di depan kelas.”

“ Udah deh nggak usah cerewet . O ya gue mau ke kantin mau ikut nggak ?”

“ Nggak ah gue mau kekelas aja .”

“ Ah dasar anak rajin ! Ya udah gue ke kantin sendirian aja. Daaagh!”


***

Di dalam ruangan berukuran 6 x 6 meter , bercat hijau tosca yang elegan , dihiasi hiasan dinding berkualitas tinggi serta beberapa lukisan asli dari pelukis terkenal di dunia, siswa kelas seni lukis itu masih sibuk dengan obrolan – obrolan yang tidak penting untuk di dengar yangg berhasil membuat suasana kelas elit itu tampak seperti pasar induk.

Kelas itu memang berada di kawasan sekolah elit Art International School yang didirikan oleh perusahaan konstruksi yang terkenal di dunia. Sekolah ini bertujuan untuk melahirkan seniman – seniman hebat dari berbagai kalangan . Semua orang punya kesempatan untuk bersekolah di sana asalkan memiliki kemampuan dan bakat seni yang ingin mereka kembangkan .

“ Morning students !”

“ Morning Ma’am!” para siswa tadi segera kembali ke tempat mereka sambil menjawab salam .

“ OK now you get a new friend ! Raka come here, please !” Raka pun masuk ke dalam ruangan tersebut.

“ Morning friends! I’m Raka Surya Afandi . And you can call me with Raka. Thank you!”

“ Sssst....Sssst.... Kan...kana!”

“ Apa?” Kana menjawab pangilan teman sambil terus melanjutkan lukisannya.

“ Tuh cowok lumayan juga lho!”

“ Apanya?”

“ Ya tampangnya lah ...! Emang lo pikir apanya?! Lagian kayaknya dia baek and ramah....”

“ So...?”

“ Sikat donk!Masak loe diemin aja sih ada es krim nongol di atas meja makan loe?”

“ Idiiih ! Mana ada es krim yang di sikat! Yang ada juga WC rumah loe tu yang disikat biar kagak bau!”

“ Alah.... lo kalo ma gue gitu mulu... lagian es krim kan juga cuma perumpamaan ... tapi kapan loe masuk WC rumah gue lo kan nggak pernah ke rumah gue kok tau sih kalo bau?”

“ Dari muka and badan loe!” Kana pun tertawa kecil ngatain Panji, sampai- sampai dia nggak sadar kalo Raka sudah duduk di sampingnya.

“ Hei !”

“ What’s up?!” Kana pun terpekik saking terkejutnya saat Raka menyapanya sambil memukul pundaknya dengan penggarisnya .

“ What’s happen with you Kana? Anywrong?”

“ Umm.... Nothing. I’m sorry Mom!” Kana jadi mersa bersalah karena telah membuat ribut.

“ Heh loe tu kalo manggil pelan – pelan and nggak usah pake mukul napa?”

“ Sorry... gue nggak sengaja. Abis loe kayaknya lagi asyik sih. Gue kan cuman mau kenalan sama temen sebangku gue.”

“ Iiih! Siapa juga yang nyuruh loe duduk sebangku sama gue! Kayak kagak ada bangku kosong laen aja!” Ucap Kana sambil sibuk menggambar.

“ Emang nggak ada kan?” Kana mendongak sambil melihat seisi ruangan itu. Memang benar nggak ada lagi bangku kosong lagi dalam kelas itu.

“ Tau ah!” Kana mendelik sambil meneruskan gambarnya.

“ Kamu jadi cewek kok ketus banget sih ? Ntar kalo nggak ada yang mau deket baru tau rasa loe!”

“ Gue tu cuman ketus sama orang yang nggak gue kenal and sok kenal kayak loe!”

“ Kalo gitu kenalan dong! Gue Raka. Loe?”

“ Kana.” Di sela obrolan mereka ,guru pembimbing mereka mulai memberikan instruksi untuk membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk melakukan observasi di desa kurang mampu . Setelah observasi itu mereka akan menggalang dana untuk membantu kehidupan warga di desa tersebut dengan hasil lukisan mereka.

“ Kan... Kana..., Biasa ya gue kelompok loe, sekalian juga sama Si Rosa Gila!”

“ He Ji ! Awas loe ya ntar pulang sekolah gue timpuk tu loe punya kepala !” Sahut Rosa yang saat itu sedang berdiri di depan kelas menjalani hukuman.

“ Kalo mau nimpuk sekarang aja nggak usah nunggu ntar pulang sekolah . Ntar lupa baru deh keluar aslinya!” Anak- anak pun langsung tertawa .

“ Terserah kalian aja deh . Lagian juga loe ma Rosa kan nebeng ma gue mulu kan kalo kelompokan .”

“ O ya kelompoknya kan 4 orang , giamana kalo gue gabung ma kalian ? Kalian kan baru bertiga...”

“ Idiiih .... Siape loe ! Enak aja mau gabung ke kelompok gue !”

“ Yang gue kenal kan baru loe Kan....”

“ Nggak salah tuh ?! Tu liat belakang loe ! Cewek – cewek pada nimbrung pengen lo gabung ke kelompok mereka . Kenapa nggak sama mereka aja?”

“ Nggak ah ! Gue ngeri sama mereka ntar gue malah jadi korban keroyokan cewek – cewek itu lagi.”

“ Apa peduli gue!”

“ Udah lah Kan ... Biarin aja kasian kan dia , dia kan anak baru. Lagian kayaknya tu cewek – cewek juga nggak bakal ribut lagi kalo Si Raka gabung ma kita.” Sela Panji pada Kana.

“ Thank’s ya.”

“ Au ah terserah kalian aja . Toh nggak ada pengaruhnya juga buat gue.”

***

To be continued.................^.^