Minggu, 06 Oktober 2013

Krisis Tanggung Jawab Remaja

Kehidupan remaja jaman sekarang memang jauh berbeda jika dibandingkan dengan remaja jaman dulu,,, Jauuuuhhh banget malah. Sempat saya mendengar komentar dari kakak kelas yang Cuma beda 3 tahun dari saya saja menganggap perubahan gaya pergaulan remaja , terkhusus adek kelas mereka sekarang memang sudah berbeda. Menurut mereka, remaja jaman sekarang terlalu mengandalkan kecanggihan teknologi dan juga semakin malas dengan tantangan yang ditawarkan oleh dunia nyata. Mereka lebih nyaman dengan kehidupan maya mereka. Mereka selalu berusaha, untuk sebisa mungkin memanfaatkan apapun yang ada di sekitar mereka demi kenyamanan mereka. Oke lah itu bukan hal yang terlalu buruk, tapi kalo yang dimanfaatkan itu teman sendiri yang juga notabennya punya kepentingan sama dan kebutuhan yang sama, sedang mereka hanya benar- menjadi parasit yang memanfaatkan seluruh sumber daya dari kehidupan teman mereka itu, apa itu bukan suatu EKSPLOITASI MANUSIA???? Kakak kelas saya itu juga terkadang merasa miris dengan perubahan yang terjadi,,,” jangankan teman sendiriyang memang dekat, kakak kelas pun juga kalo bisa diperas abis” itu pernah saya dengar sepintas dari mulut seorang senior kita. Sampai segitukah??? Saya sendiri sebagai generasi remaja jaman sekarang terkadang juga merasa muak dengan kelakuan para rekan segenerasi ini. Mereka selalu menganggap bahwa teman-teman mereka yang memiliki kemampuan lebih, khususnya dalam bidang akademik, bisa dimanfaatkan demi membantu nilai mereka. Okelah kalo ini alas an masih bisa ditolelir dengan catatan mereka juga ikut memperhatikan. Tapi kalo yang yang “memanfaatkan” itu memiliki kemampuan yang sama dengan yang dimanfaatkan,, saya rasa itu bukan karena factor nilai , tapi lebih karena mereka terlalu “MALAS” untuk mengerjakan. Mereka selalu beralasan klise seperti “ sibuk nih” “hari ini aku ada rapat, les, ketemu ma ortu dll” “aku ga ngerti, kan kamu yang rekap data”, dkk. Rasanya tiap denger kata-kata itu, otakku bener-bener ga terima dengan alas an bodoh itu. Rasa-rasanya jika sampai saya menerima alasan itu , saya khawatir suatu saat saya juga akan menjadi seperti mereka. Ya… mungkin hal itu yang menjadikan saya , sebagai individu yang cukup dingin terhadap” remaja “ macam itu. Bahkan terkadang tak Cuma sikapku yang dingin , tapi juga nada bicara saya akan menjadi sangat cuek, dan terkesan tak peduli saking kesalnya. Apalagi kalo yang jadi korban itu saya. Uuuh. .. jangan harap jika “hal itu” dilakukan pada saya , saya hanya akan diam ditempat, dan hanya senyum-senyum sinis. No way! Yang terjadi akan lebih dari itu. Karena saya adalah tipe orang yang akan bersikap dingin pada orang-orang yang tak kusuka. Bahkan terkadang oamongan saya pun bisa berubah dari biasanya jika saya berbicara dengan “teman” saya. Ya mungkin sikap saya ini akan dianggap tidak solid atau apalah itu, tapi ini merupakan benteng saya terhadap sikap-sikap memuakkan yang ada disekeliling saya. Ok, bahasan tentang saya cukup sampai disini. Mari kita lanjutkan tentang “remaja” generasi sekarang ini. Banyak di antara kalian yang mungkinsekarang juga segenari dengan saya juga pernah mengalami hal sama dengan saya. Lalu jika anda tak suka dengan hal seperti itu apa kalian akan tetap membiarkannya? Apa kalian akan membiarkannya tetap berkemnag seperti sel kanker yang mendadak sudah sampai stadium akhir tanpa terdeteksi?? Ya aku harap kalian mengerti dengan kata- kata ku ini. Tapi mungkin aku akan menjelaskannya sedikit. Sikat “memanfaatkan” ini jika dibiarkan tanpa adanya saringan dari pribadi masing-masing , tanpa disadari akan berkembang menjadi “kebiasaan”, bahkan mungkin “kebuadayaan” sebagaimana halnya dengan ”kebudayaan” korup dalam system kenegaraan kita. Saya secara pribadi sangat khawatir dengan perkembangan jaman ini, bukan karena saya tak suka atau pun menolak akan adanya perubahan, justru sebaliknya, saya selalu percaya bahwa tiap detiknya kehidupan di dunia ini akan selalu berubah, karena dengan perubahan itulah kita bisa tetap hidup dan menjadi manusia yang sebenarnya, manusia yang sadar dan waras. Tapi yang jadi masalah kebanyakan dari kita belum benar-benar siap akan perubahan yang terjadi. Mereka hanya “merasa” siap tanpa adanya keyakinan pada kemampuan diri mereka untuk menyaringnya. Dari sekian banyak hal yang terjadi dalam perubahan kehidupan, hal paling membuat saya concern yaitu tentang “tanggung jawab” .Saya rasa tanggung jawab ini sangatlah urgent peranannya dalam kepribadian tiap manusia. Jika manusia dalam tiap individunya mampu bertanggung jawab, ya minimal terhadap dirinya sendiri. Saya yakin mereka akan mampu menjadi pelopor perubahan yang lebih “bermartabat”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar